Disebuah
kampung ada sorang kaya raya bernama Pak Raden.
Dengan hanya menjual beberapa petak sawah dia berhasil membeli sebuah
sepeda motor yang paling baru (Tiger 2000).
Suatu sore tanpa sepengetahuan Bu Raden (tentu saja istrinya) dia ber
JJS
dengan mengendarai sepeda motor barunya.
Maklum kebiasaan di kampung, dengan memakai peci dan kain sarung ia pergi
dengan maksud memamerkan sepeda motornya.
Suasana dijalan pada sore itu ramai dengan orang-orang yang juga ber-JJS.
Dalam situasi seperti itu dia tanpa ragu menancap gas.
Pada kesempatan pertama, ia berpapasan dengan beberapa orang tetangganya,
mereka menunjuk ke arah motornya dan sambil mencoba meneriakan sesuatu,
tapi karena kecepatan kendaraan yang ditumpanginya, Pak Raden tidak
mendengar apa yang diteriakkan dan dia hanya melambaikan tangan sambil
tersenyum.
Pada kesempatan kedua, ia berpapasan dengan beberapa ibu yang pulang
dari
pengajian, sebagian dari mereka menunjuk ke arah motor baru pak Raden
dan
ada sebagian yang memegang dada dengan kedua tangan masing-masing, kembali
karena kecepatan kendaraannya pak Raden hanya melambaikan tangan kirinya
kepada ibu-ibu tersebut sambil tersenyum.
Kesempatan berikutnya, ia berpapasan dengan beberapa gadis bahkan disitu
ada kembang desa, mereka menujuk kearah motor pak Raden bahkan ada beberapa
diantara mereka yang berteriak histeris, tapi ada juga yang tertawa,
sekali
lagi karena kecepatan kendaraan yang ditumpanginya pak Raden hanya
melambaikan tangan sambil tersenyum dan terus memacu sepeda motor barunya.
Dalam hati dia bergumam: "Gila, pertama bapak-bapak, kedua ibu-ibu,
terus
gadis-gadis di desa ini, mereka semua menunjuk kearah saya kelihatannya
kagum sekali, bahkan itu gadis-gadis ada yang histeris segala. Ini baru
pake Tiger 2000, apalagi nanti kalau saya sudah ganti dengan Mercedes
Benz,
wah sepertinya nanti saya bisa kawin lagi .... hehehe".
Tidak berapa lama, masih dengan kecepatan tinggi akhirnya pak Raden sampai
di perempatan jalan yang lampunya sudah berubah kuning.
Dalam hati ia berkata "Ini kalau saya tancap gas pasti masih bisa
masuk",
tanpa pikir panjang lagi langsung dia tancap gas padahal sebelumnya dia
sudah melaju dengan kecepatan tinggi.
Beberapa meter lagi dari perempatan, tiba-tiba ia lihat sebuah mobil
dari
arah kirinya melaju dengan kecepatan tinggi, daripada harus mengadu
motornya dengan mobil itu dan ia menjadi korban tabrakan, tanpa pikir
lagi
ia langsung injak rem sekuat tenaga.
cit ... cit ... cit ... cit, dan motorpun berhenti.
Dengan rasa kaget yang amat sangat id bergumam "Untung saya masih
selamat,
kalau tidak, mungkin nggak jadi rencana kawin lagi ..."
Masih dalam kagetnya ia merasakan sesuatu yang dingin ada di
selangkangannya, dan iapun menoleh kebawah.
" Hwarakadah ..... ini si jagur ikut nongkrong di tangki bensin, pantesan
dari tadi kerasanya sejuk banget."
Dengan wajah merah karena malu ia kembali ke rumah sambil mendorong sepeda
motor barunya .... kacian ... kacian ...
:) Oh
itu rupanya yang sedari tadi ditunjuk orang-orang, makanya
jadi orang
jangan sok, begitu akibatnya.
|